Suatu Hari

Suatu hari ketika ada Matahari,

seorang lelaki menyusuri sisi bukit yang tidak berduri

Perlahan-lahan langitnya menjadi jingga dalam kedipan mata

Tidak disapa dan tercumbu angin, sang lelaki menembus batas mentari

puisi

Suatu hari ketika dunianya sepi,

seorang lelaki tidak berhenti berlari

Jaraknya dengan tujuan terlalu luas terbentang,

berserakan tanpa tahu ujung mana yang diinginkan

Tapi tak sedetik saja berhenti, mengambil cerita dari pasir kering yang melukis malu-malu

Kenangan, seolah tak dipunyainya.

puisi2

Suatu hari ketika waktu berhenti,

seorang lelaki mengais sesal yang dipatri

atas sebuah pita akhir tak tercapai,

jauh,

tak bisa menjadi ‘suatu hari’ miliknya.

puisi4

 

Padahal, ia selalu diperhatikan.

puisi3

 

 

 

– Aprilia, 24th –

*di sela orderan translate*

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s