Tengah Malam, Menjelang Pagi-pagi Buta

Ya, tengah malam menjelang pagi-pagi buta.

Ketika ia hanya ingin tidur sebagaimana biasa. Matanya berat, pun demikian hatinya.

1a43541fac1a36be6e43e8b79088c26c
Menyesapi emosinya?

Tidak, bukan sekadar tak bisa terpejam biasa. Matanya masih terbuka seiring cahaya lampu kamar yang dinyalakan redup-redup. Sekedipan mata yang lalu, jantungnya berdegup sangat cepat sampai-sampai ingin menangis.

Seseorang baru saja datang, masuk dengan hati-hati lewat hatinya.

Silhouette-of-man-walking-alone-at-sunset-Shutterstock-800x430
Menawarkan mimpi yang diam-diam diimpikan.

Tanpa menutup, tanpa mencegah.

Ia tidak menolak asa yang dikirim Tuhan dari arah manapun. Hatinya telah lelah didera lara selama sepersekian waktu yang melukai emosi. Mimpinya telah kering dalam sekian lama air matanya hanyut ke batas penerimaan.

Ia telah sakit sendirian.

Ketika seseorang kemudian datang, di tengah malam menjelang pagi-pagi buta,

Jantungnya masih berdegup tanpa irama teratur seperti musik mendayu yang didengarnya kecil-kecil. Hatinya hanya berdenyut penuh rasa ingin tahu,

Will he?

Will us?

o-silhouette-of-sad-looking-woman-facebook
We are all here, anyway.

 

Menikmati setiap cerita yang ditulis-Nya,

Aprilia.

 

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s