Kenapa Bona Jadi Ungu dan Rong Rong Hilang?

Pertama kali melamar kerja di Inspira Book, saya diminta mengisi formulir yang isinya banyak hal. Ada kolom-kolom umum seperti data diri, memang. Tapi di bagian bawah, ada juga kolom yang menanyakan hal lain yang–sebenarnya umum–tapi bagi saya, sedikit membuat berpikir.

Kenapa?

Ada kolom yang meminta saya menyebutkan majalah yang sering saya baca.

Majalah yang sering dibaca. 

Waktu itu, saya pikir, kolom ini menjebak. Mungkin Inspira mau tahu saya orangnya seperti apa, karena ada beberapa orang yang setuju dengan paham “You are what you read”. Saya inget-inget… majalah apa yang sering saya baca sebenarnya?

Pada dasarnya, saya jarang baca majalah. Saya lebih sering baca buku cerita atau novel fiksi, apalagi yang fantasi. Saya lebih menikmati baca artikel yang mengulas hal-hal absurd dan aneh tapi seru buat dikembangin jadi bakal cerita. Saya lebih menikmati randomly baca berita-berita terkini di situs berita atau koran langganan Bapak. Tapi majalah?

Lalu, satu nama itu muncul.

Majalah Bobo.

bobo
source: di sini.

 

Saat itu, adek saya udah SMP. Setahun lalu, pas adek saya masih SD, dia langganan Majalah Bobo. Dulu, waktu saya SD, saya yang langganan. Tapi, kadang-kadang, sampai sekarang pun, saya tiba-tiba mendapati diri saya sendiri lagi bayar 11 ribu ke penjual majalah atau kasir minimarket setiap hari Kamis sambil pegang majalah anak-anak ini.

Pada dasarnya, majalah yang sering saya baca ya Majalah Bobo. 

Jadi, saya tulis, deh, nama majalah itu di formulir.

sambil berharap, perusahaan ini memaklumi majalah pilihan saya.

PS: Pas udah masuk di Inspira, saya nemu juga Majalah Bobo di rak bukunya. Kinda excited! Saya inget saya nemu sampe melotot and spent the rest of waktu istirahat buat ngebaca majalah itu. Hahahaha.

p_20160916_115121
TJIEEEEEE

 

Jadi, omong-omong soal Majalah Bobo,

Kalau kamu sama seperti saya yang idolanya adalah tokoh kelinci berbaju merah dengan huruf B besar-besar, kamu pasti kenal juga sama cergam lain yang dimuat di majalah ini.

Iya, selain Keluarga Bobo, ada juga cergam lain, semacam Paman Kikuk, Husin, dan Asta, Ceritera dari Negeri Dongeng, sampai Bona Gajah Kecil Berbelalai Panjang. Cerita terakhir pasti tau kaaaan. Biasanya cergam si Bona (bareng Rong Rong) ditaruh di halaman akhir majalah, cuma sehalaman. Isinya umumnya menceritakan tentang Rong Rong yang kesulitan melakukan sesuatu, dan……voila! Tau-tau Bona menjulurkan belalainya, and the problem solved.

persahabatan-bona-dan-rong-rong

Bona pernah bikin belalainya jadi rumah-rumahan (BAYANGIN!), ayunan buat santai-santai, rakit, bahkan ngiket belalainya ke pohon buat mainan lompat tali anak-anak.

822239-1-bobo3

See?

Every problem they had in the story was solved by his trunk!


 

Mulai tahun 2015, ada yang berbeda dari cergam Bona.

Setahu kita semua, Bona adalah gajah kecil warna merah muda yang kalau jalan selalu sama Rong Rong si kucing. Mungkin banyak dari kita sebenernya bertanya-tanya, kok bisa sih gajah warnanya pink?

Waktu kecil, saya excited pergi ke kebun binatang. Mau lihat gajah. Ekspektasi saya, di sana bakal ada Bona, atau gajah pink, atau gajah dengan belalai yang panjangnya bisa ngelilingin lapangan bola.

Tapi, ga ada.

Jadi, dari mana Bona berasal?

gajah
Bukan Bona. Bukan dari Kebun Binatang, berarti.

Pertanyaan ini akhirnya terjawab di tahun 2015.

Saya lupa edisi nomor berapa, tapi suatu hari saya baca, Bona dan Rong Rong udah mulai jalan bareng temen baru mereka, Ola (kelinci) dan Kaka (burung). Di cerita itu, tiba-tiba ada serombongan gajah warna-warni (iya, kamu ga salah baca), turun dari pesawat-pesawat luar angkasa.

Gajah warna-warni ini menghadang jalan mereka. Mereka memperkenalkan diri datang dari Planet Elephanoks (jadi ini asalnya Bona?). Dengan singkat, mereka cerita bahwa di Planet Elephanoks, gajah dengan warna pink itu udah langka (?). Saya lupa, langka atau udah ga ada sama sekali, ya?

Intinya, si Bona ini jadi satu-satunya harapan mereka karena dia masih jadi gajah berkulit pink. Saya lupa (lagi), entah Bona yang ga mau ikut pulang atau atas saran langsung dari gerombolan gajah warna-warni, akhirnya disepakatilah Bona akan bertukar tubuh (yang berarti bertukar warna juga) dengan salah satu gajah warna ungu dari rombongan.

Cergam ini dibikin bersambung sampai 3 edisi, tapi yang masih saya temuin di rumah cuma bagian ketiga. Bagian sebelumnya sepertinya udah dibawa sama adek sepupu……..

p_20160913_023627
Gajah Planet Elephanoks (edisi 3)

Ini zoom-in nya, kalau ga keliatan.

p_20160913_023640
Bona turns Purple.

Kangen gajah pink? Liat gambar kotak pertama aja :”)


 

Setelah cerita itu…

Formasi cergam ini masih Bona (yang udah jadi ungu), Rong Rong, dan tambahan Ola sama Kaka. Tapi ternyata, pihak Majalah Bobo ga sampai di situ bikin kejutan.

Atau, perpisahan (?).

Ini formasi cergam Bona sekarang. Notice the difference.

bonabaru
Formasi Baru

Formasi Bona yang baru adalah tanpa Rong Rong.


 

Saya lupa (iya, emang pelupa) edisi berapa (lagi). Tapi saya ingat hari di mana saya baca edisi tentang Rong Rong.

Rong Rong pernah ketemu kucing yang mirip sama dia, untuk ditolong. Singkatnya, Rong Rong kelelahan (atau sakit?) dan dibawa ke kampung kucing yang ternyata namanya Kusiam.

rongrongsakit
Rong Rong ditandu 😦

Bagian yang saya ingat dari cergam edisi itu adalah Rong Rong yang cuma bisa tiduran dan pucat (ya gambarnya masih kartun sih, tapi saya asumsikan dia lagi pucat karena kan lagi sakit ceritanya wkwk). Akhirnya, Rong Rong bilang ke Bona, Ola, dan Kaka, untuk ninggalin dia aja, karena dia lagi sakit.

He needed time to rest.

Dan sesederhana itu, Bona, Ola, dan Kaka akhirnya melanjutkan perjalanan mereka.

Alias, jadi formasi baru cergam Bona sampai saat ini.


 

Perubahan, adalah hal tak terelakkan, bahkan dalam cerita animasi sekalipun.

Bona yang berubah warna jadi ungu, dan Rong Rong yang berubah jadi sakit sampai minta ditinggal adalah contoh nyata betapa sebenernya beberapa orang merencanakan perubahan. Tim ilustrator cergam Bona mungkin punya alasan sendiri kenapa mereka merancang cerita ini, setelah bertahun-tahun Bona selalu sama Rong Rong dan kasih cerita seru buat pembacanya.

Kalau diibaratkan, kita adalah Bona dan Rong Rong.

Anyway.

Kemarin di Cilacap, saya ketemu temen kecil saya. Badannya udah ga kecil (dari dulu sih hhaha). Cewe. Kekar. Bertato.

Saya abis makan, dia lagi antri sama suaminya yang juga bertato. Saya lewat sambil ngunyah es batu. Dia ngeliatin saya dan langsung ketawa sambil tanya tanpa basa-basi,

“Inget aku ga?”

Nyatanya, mau seberubah apapun dia, saya tetep tau itu dia.

Dulu dia ga sekekar itu. Dulu rambutnya ga panjang dan berwarna. Dulu lengannya ga bertato.

Tapi saya tau dia.

Saya pun bales nanya (susah payah, karena lagi ngunyah es batu), “Inget aku ga?”

Dia menjawab cepat sambil sedikit kesal, karena saya mengira dia lupa sama saya, “Lia, mbok?”

Kita ketawa.

Dulu, saya kurus. Dulu rambut saya pendek kayak cotton bud. Dulu saya ga berjilbab.

Tapi, dia masih tau ini saya.

Setelah perubahan menahun dan nyaris ga pernah bertemu selama separuh umur kami lagi, kami masih bisa mengenali satu sama lain.

Setelah menghilang menahun, kami masih jadi teman, ternyata.

Pasti, Bona dan Rong Rong juga begitu, kan?

 

 

Pengamat Majalah Bobo sampai batas waktu yang tidak ditentukan,

Aprilia, 24 tahun.

Advertisement

21 comments

  1. Umur saya 36 tahun, punya anak 3. Sedih kehillangan Rong Rong. Saya tahu Rong Rong hilang dari anak bungsu saya yang selalu minta diceritain isi majalah Bobo ke kakaknya.

    Like

  2. Halo mbak Aprilia. Saya baru tahu kalau ada perubahan di cergam Bona. Kemarin saya iseng2 lihat majalah Bobo di rumah teman, saya heran kok Rong Rong menghilang.
    Ngomong2, saya waktu kecil juga langganan Bobo, dan cergam Bona itu favorit saya. Ceritanya sederhana tapi mengajarkan tentang tolong-menolong.

    Like

    • Halo Mas Robert. Iya, saya juga pertama tahu rasanya heran, sih. Hehe. Bener Mas, cerita sederhana tapi bisa banget bikin pembacanya terkesan. Semoga cerita anak-anak semacam ini bisa terus ada, ya! 🙂

      Like

  3. Bobo dan Paman Gembul. Paman Kikuk, Husin, dan Asta. Oki dan Nirmala. Bona dan Rong-rong. Deni Manusia Ikan. Rubrik apa kabar Bo?
    How we miss them.. :”)

    Like

  4. Bagian tak terelakkan ya perubahan, tapi tetap saja ada rasa yang hilang ya..

    Satu poin keren setelah membaca tulisan mbak, kita disatukan kembali oleh rasa seru dan bahagia ketika kita asyik membaca majalah Bobo.

    Like

  5. Komik Bona Rong Rong ini aslinya dari UK…judul aslinya Pinkie Puff. Kayaknya, pihak Kompas Gramedia gak pegang hak cipta Pinkie Puff lagi, sehingga mereka mengubah tampilan karakternya…
    Tapi saya sedih karena bagian Bona meninggalkan Rong Rong begitu saja, terasa sangat salah…mereka sudah berteman sejak lama, sejak publikasi tahun 1969…

    Like

  6. saya dulu bekerja di Kompas Gramedia yang mengurusi seluruh majalah dan tabloid terbitan grup KG, termasuk Bobo.

    saya baru tahu setelah bekerja di sana, bahwa Bobo sebenarnya merupakan lisensi dari Belanda. saat saya bekerja di sana, KG tidak memperpanjang kontrak sehingga harus mengubah (banyak) karakter (Bobo, Bona, Rongrong, Juwita, Si Sirik) dan konsep majalah agar tidak melanggar hak cipta.

    demikian informasi tambahannya.

    Like

  7. Kenapa sih merusak kesenangan orang? Please, biarlah Bona Dan Rong-Rong menjadi kenangan abadi. Seperti unyil, usrok, Ucrit, Melanie yang tidak perlu lulus SD selama-lamanya. Until Kita yang tidak bisa melawan waktu, sekal -larang menengok kenangan Masa kecil itu sangat menyenangkan.

    Like

  8. Beberapa waktu lalu sy jg dengan santainya Ambil majalah bobo edisi terbaru pas lagi belanja, pasti mbak kasirnya ngira ini bwt anak sy padahal blm nikah pun diumur 31 ini. Kangen, tp pas dibuka ada yg beda, rongrong kmn? Rada sedih, akhirnya smpe ke artikel ini.

    Like

  9. Makasih ulasannya Kak…. Saya ibu dgn 2 anak, yg sejak sy kecil & ketika anak2 sy kecil, kami tumbuh dgn bacaan majalah Bobo..…
    Saya masih penasaran sama perubahan2 Bona & Rong Rong & hilangnya cergam Juwita & Si Sirik hehe… Apa krn sudah habis royalti hak ciptanya? Maaf kl sy salah…

    Like

  10. Makasih Mbak Aprilia, akhirnya terjawab sudah pertanyaan-pertanyaan saya selama ini. Tapi yang masih jadi pertanyaan, orangtuanya Bona dan Rong Rong siapa ya?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s