Mungkin

Seseorang bilang setelah datang dengan tergesa,

Ketika kamu merasa takut untuk melompat,

lompatlah.

Kemudian katanya, hidup tidak sekadar berjalan tanpa kerikil. Meski sekali-kali kamu menggigil, adalah wajar jika kamu ingin menyentil.

Kenangan; hal paling tabu sekaligus rupawan yang dimiliki setiap jiwa. Jika hidup semudah itu, aku pasti telah berlari mundur dan merengkuh tawa. Setiap detik yang dicintai kelak akan terbawa dalam bahagia.

Tapi kenapa tidak kali ini?

doll
Sendiri saja, begini.

 

Pernah seseorang lain bertanya,

Apakah lukamu semu?

Padahal, dia tidak tahu, seberapa keras yang telah ditata dihancurkannya tanpa sadar. Bangkit, lalu disusun hingga sejajar, sampai rusak kembali seperti siklus regular tak tersasar.

puzzle
Pecah.

 

Tapi tidak ada yang perlu ditertawakan.

Bagaimanapun, seorang pelari selalu menjauhi garis start, sekalipun ia berniat menuju garis finish.

Bagaimanapun, seorang nelayan selalu menjauhi pantai, sekalipun ia berniat menuju lautan, mengais emasnya yang berenang perlahan.

Luka tidak sembuh dengan garam, atau dengan senandung tiga malam, sekalipun pura-pura mata dipejam.

Apakah kelak, yang kamu dan aku butuhkan,

hanya waktu?

time
Drops every possibility.

 

(Masih) tidak apa-apa,

Aprilia

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s