Tadi Aku Berkeliling

Di atas sepeda motor dan kecupan angin, roda motor yang berputar mendorong lalu pada selusur jalan aspal tengah kota. Tadi aku tidak mengemudi; hanya duduk mengikuti. Maka, mataku menelisik sudut tiap hentian.

Ya, tadi aku berkeliling. Di tengah banyak kendara lainnya, diselingi asap knalpot hitam berbau pekat. Tadi ada Pak Tua, ada pula lelaki muda. Perempuan yang sedang merekah, hingga ibu renta yang membeli buku tulis untuk cucunya.

Jogja sore hari adalah indah.

Tidak hanya mengenai langit, atau bau air yang syahdu. Jogja hanya sedikit berlangit masam, tapi teduhnya memayungi selama senja. Jalanan yang kecil tapi penuh akan hangat. Bangunan tak setinggi Keraton yang melegenda. Toko-toko kain yang menarik minat pencinta seni. Pejalan kaki yang sedikit melebihi batas. Deretan pemasak makanan khas. Atau penjual bakso yang sedikit kaget atas bunyi panci mendadak.

Sore tadi, Jogja adalah indah.

Ya, tadi aku berkeliling.

Sebentar saja, sebagai orang yang duduk sambil memandangi perjalanan.

Sebentar saja, sebagai orang yang menikmati rajutan kenangan menyenangkan.





Penikmat hiruk-pikuk yang sedikit redup,

Aprilia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s